โš—๏ธ Rangkuman Lengkap TKA Kimia

Versi Extended untuk persiapan TO/TKA Kimia. Klik setiap topik untuk membuka materi. Fokuskan belajar pada bagian โญ Wajib Ingat TKA, konsep dasar, pola perhitungan, tren, dan pengecualian yang sering muncul pada soal.

โš›๏ธ 1. Struktur Atom & Sifat Keperiodikan Unsur

1.1 Konfigurasi Elektron Mekanika Kuantum

Aturan Pengisian Elektron

  • Asas Aufbau: Elektron mengisi orbital berenergi lebih rendah terlebih dahulu.
  • Larangan Pauli: Satu orbital maksimum diisi 2 elektron dengan arah spin berlawanan.
  • Aturan Hund: Orbital yang setingkat diisi satu-satu terlebih dahulu sebelum elektron berpasangan.

Urutan pengisian elektron:

1s โ†’ 2s โ†’ 2p โ†’ 3s โ†’ 3p โ†’ 4s โ†’ 3d โ†’ 4p โ†’ 5s โ†’ 4d โ†’ 5p โ†’ 6s โ†’ 4f โ†’ 5d โ†’ 6p โ†’ 7s

Contoh

Na (Z = 11):
1s2 2s2 2p6 3s1

Fe (Z = 26):
[Ar] 4s2 3d6

Fe2+: [Ar] 3d6
Fe3+: [Ar] 3d5

โญ Wajib Ingat TKA: Pada pembentukan ion logam transisi, elektron orbital 4s dilepaskan lebih dahulu dibandingkan elektron 3d, walaupun saat konfigurasi atom netral 4s diisi terlebih dahulu.
1.2 Bilangan Kuantum, Golongan & Periode

Empat Bilangan Kuantum

Bilangan Kuantum Lambang Keterangan
Utama n Kulit atau tingkat energi utama
Azimut l s = 0, p = 1, d = 2, f = 3
Magnetik ml โˆ’l sampai +l
Spin ms +ยฝ atau โˆ’ยฝ

Menentukan Periode

Periode ditentukan berdasarkan nilai n terbesar pada konfigurasi elektron.

Contoh:
Cl = [Ne] 3s2 3p5
n terbesar = 3 โ†’ periode 3.

Menentukan Golongan

Untuk unsur golongan utama, jumlah elektron valensi dapat digunakan untuk menentukan golongan.

โญ Wajib Ingat TKA: Soal sering memberikan bilangan kuantum elektron terakhir, lalu meminta menentukan konfigurasi elektron, nomor atom, golongan, atau periode.
1.3 Tren Sifat Keperiodikan Unsur
Sifat Kiri โ†’ Kanan Atas โ†’ Bawah
Jari-jari atom Mengecil Membesar
Energi ionisasi Cenderung membesar Cenderung mengecil
Elektronegativitas Membesar Mengecil
Sifat logam Mengecil Membesar

Jari-jari kation < atom netral < anion.

Pada spesies isoelektronik, semakin besar jumlah proton, semakin kecil jari-jari partikelnya.

โญ Wajib Ingat TKA: Jangan hanya menghafal arah panah SPU. Pahami penyebabnya: muatan inti efektif dan jumlah kulit elektron.

๐Ÿ”— 2. Ikatan Kimia, Kepolaran & Gaya Antarmolekul

2.1 Jenis Ikatan Kimia
  • Ikatan ion: serah-terima elektron, biasanya antara logam dan nonlogam. Contoh: NaCl, MgO.
  • Ikatan kovalen: pemakaian bersama pasangan elektron. Contoh: H2O, NH3, CO2.
  • Kovalen koordinasi: pasangan elektron ikatan berasal dari satu atom.
  • Ikatan logam: kation logam dikelilingi elektron valensi yang terdelokalisasi.

Sifat Senyawa Ion

  • Titik leleh relatif tinggi.
  • Padatan tidak menghantarkan listrik.
  • Lelehan dan larutannya dapat menghantarkan listrik.
โญ Wajib Ingat TKA: Identifikasi jenis ikatan dapat dilakukan dari jenis unsur, konfigurasi elektron, dan sifat fisik senyawanya.
2.2 Kepolaran Molekul

Kepolaran molekul ditentukan oleh:

  1. Perbedaan elektronegativitas antaratom.
  2. Bentuk/geometri molekul.
  3. Resultan momen dipol.

Contoh:

  • H2O โ†’ bentuk bengkok โ†’ polar.
  • NH3 โ†’ piramida trigonal โ†’ polar.
  • CO2 โ†’ linear simetris โ†’ nonpolar.
  • CH4 โ†’ tetrahedral simetris โ†’ nonpolar.
โญ Wajib Ingat TKA: Ikatan yang polar belum tentu menghasilkan molekul polar. Jika bentuk molekul simetris, momen dipol dapat saling meniadakan.
2.3 Gaya Antarmolekul
  • Gaya London: terdapat pada semua molekul dan dominan pada molekul nonpolar.
  • Dipol-dipol: terjadi antara molekul polar.
  • Ikatan hidrogen: terjadi jika H berikatan langsung dengan F, O, atau N.

Semakin kuat gaya antarmolekul, secara umum semakin tinggi titik didihnya.

Pada molekul nonpolar, semakin besar jumlah elektron dan semakin besar luas permukaan kontak, gaya London biasanya semakin kuat.

โญ Wajib Ingat TKA: H2O, NH3, dan HF dapat membentuk ikatan hidrogen. HCl tidak membentuk ikatan hidrogen seperti ketiga zat tersebut.

๐Ÿงฎ 3. Stoikiometri & Hukum Dasar Kimia

3.1 Konsep Mol & Stoikiometri Reaksi

Hubungan Mol

n = massa / Mr

Jumlah partikel = n ร— 6,02 ร— 1023

Gas STP: 1 mol = 22,4 L

Langkah Stoikiometri

  1. Setarakan persamaan reaksi.
  2. Ubah data menjadi mol.
  3. Gunakan perbandingan koefisien.
  4. Ubah mol hasil menjadi besaran yang ditanyakan.
โญ Wajib Ingat TKA: Dalam stoikiometri, yang dibandingkan adalah mol berdasarkan koefisien reaksi, bukan langsung massa atau volume.
3.2 Pembakaran Campuran Gas

Persamaan umum pembakaran sempurna hidrokarbon:

CxHy + (x + y/4)O2 โ†’ xCO2 + (y/2)H2O

Pada suhu dan tekanan yang sama:

Perbandingan volume gas = perbandingan mol = perbandingan koefisien.

Untuk campuran dua hidrokarbon, biasanya dibuat dua persamaan berdasarkan:

  • jumlah total campuran,
  • jumlah O2 yang digunakan,
  • atau jumlah CO2 yang dihasilkan.
3.3 Hukum Dasar Kimia
  • Lavoisier: massa total sebelum reaksi = massa total setelah reaksi.
  • Proust: perbandingan massa unsur dalam suatu senyawa selalu tetap.
  • Dalton: jika dua unsur membentuk lebih dari satu senyawa, perbandingan massa salah satu unsur merupakan bilangan bulat sederhana.
  • Gay-Lussac: perbandingan volume gas yang bereaksi merupakan bilangan bulat sederhana pada suhu dan tekanan yang sama.
  • Avogadro: pada suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang sama mengandung jumlah molekul yang sama.
3.4 Molaritas, Pengenceran & Persentase Larutan

Molaritas:

M = mol zat terlarut / volume larutan (L)

Pengenceran:

M1V1 = M2V2

Persen massa:

% massa = (massa zat terlarut / massa larutan) ร— 100%

Persen volume:

% volume = (volume zat terlarut / volume larutan) ร— 100%

โญ Wajib Ingat TKA: Bedakan massa larutan, massa pelarut, dan massa zat terlarut. Banyak pengecoh dibuat dari kesalahan ini.

๐Ÿ”ฅ 4. Termokimia, Laju Reaksi & Kesetimbangan

4.1 Termokimia & Energi Ikatan
  • Eksoterm: sistem melepaskan panas, ฮ”H < 0.
  • Endoterm: sistem menyerap panas, ฮ”H > 0.

Energi Ikatan

ฮ”H = ฮฃ energi ikatan yang diputus โˆ’ ฮฃ energi ikatan yang terbentuk

Memutus ikatan membutuhkan energi, sedangkan membentuk ikatan melepaskan energi.

โญ Wajib Ingat TKA: Hitung jumlah setiap jenis ikatan pada struktur molekul dengan teliti. Ikatan rangkap harus dibedakan dari ikatan tunggal.
4.2 Laju Reaksi & Orde Reaksi

Bentuk umum persamaan laju:

v = k[A]m[B]n
  • m = orde terhadap A
  • n = orde terhadap B
  • m + n = orde total

Menentukan Orde dari Data

Bandingkan dua percobaan ketika konsentrasi salah satu pereaksi tetap.

Misalnya [A] naik 2 kali dan laju naik 4 kali:

2m = 4 โ†’ m = 2

Faktor Laju Reaksi

  • Konsentrasi
  • Suhu
  • Luas permukaan
  • Katalis
  • Tekanan untuk gas
โญ Wajib Ingat TKA: Orde reaksi ditentukan dari data eksperimen, bukan otomatis dari koefisien persamaan reaksi.
4.3 Kesetimbangan Kimia

Kesetimbangan dinamis tercapai ketika:

laju reaksi maju = laju reaksi balik.

Untuk:

aA + bB โ‡Œ cC + dD

Kc = [C]c[D]d / [A]a[B]b

Asas Le Chatelier

  • Tambah pereaksi โ†’ bergeser ke kanan.
  • Tambah produk โ†’ bergeser ke kiri.
  • Tekanan naik โ†’ bergeser ke jumlah mol gas lebih sedikit.
  • Tekanan turun โ†’ bergeser ke jumlah mol gas lebih banyak.
  • Suhu naik โ†’ bergeser ke arah endoterm.
  • Suhu turun โ†’ bergeser ke arah eksoterm.

Katalis tidak mengubah nilai K dan tidak menggeser kesetimbangan.

โญ Wajib Ingat TKA: Perubahan volume atau tekanan hanya berpengaruh terhadap pergeseran kesetimbangan jika terdapat zat berfase gas dengan jumlah koefisien gas berbeda.

๐Ÿงช 5. Asam Basa, Hidrolisis & Kelarutan

5.1 Teori Asam Basa

Arrhenius

  • Asam โ†’ menghasilkan H+ dalam air.
  • Basa โ†’ menghasilkan OHโˆ’ dalam air.

Brรธnsted-Lowry

  • Asam = donor proton.
  • Basa = akseptor proton.

Lewis

  • Asam = penerima pasangan elektron.
  • Basa = pemberi pasangan elektron.
โญ Wajib Ingat TKA: Pada teori Brรธnsted-Lowry, cari spesies yang kehilangan atau menerima H+ untuk menentukan pasangan asam-basa konjugasi.
5.2 pH Asam, Basa & Campuran

Rumus dasar:

pH = โˆ’log[H+]

pOH = โˆ’log[OHโˆ’]

pH + pOH = 14 pada 25ยฐC.

Asam Lemah

[H+] โ‰ˆ โˆš(Ka ร— M)

Basa Lemah

[OHโˆ’] โ‰ˆ โˆš(Kb ร— M)

Campuran Asam-Basa

  1. Hitung mol H+.
  2. Hitung mol OHโˆ’.
  3. Reaksikan hingga salah satu habis.
  4. Tentukan mol yang tersisa.
  5. Bagi dengan volume total.
  6. Tentukan pH.
โญ Wajib Ingat TKA: Untuk pencampuran larutan, jangan langsung memasukkan molaritas ke rumus pH. Tentukan jumlah mol pereaksi terlebih dahulu.
5.3 Hidrolisis Garam
Asal Garam Sifat
Asam kuat + basa kuat Netral
Asam kuat + basa lemah Asam
Asam lemah + basa kuat Basa
Asam lemah + basa lemah Ditentukan dari perbandingan Ka dan Kb
โญ Wajib Ingat TKA: Ion yang berasal dari asam atau basa lemah dapat mengalami hidrolisis.
5.4 Ksp, Kelarutan & Pengendapan

Contoh 1

AgCl(s) โ‡Œ Ag+ + Clโˆ’

Ksp = [Ag+][Clโˆ’]

Jika kelarutan = s:

Ksp = s2

Contoh 2

CaF2(s) โ‡Œ Ca2+ + 2Fโˆ’

Ksp = (s)(2s)2

Ksp = 4s3

Prediksi Endapan

  • Qsp < Ksp โ†’ belum mengendap.
  • Qsp = Ksp โ†’ tepat jenuh.
  • Qsp > Ksp โ†’ terbentuk endapan.
โญ Wajib Ingat TKA: Jangan langsung membandingkan angka Ksp untuk menentukan kelarutan jika senyawa memiliki jumlah ion hasil disosiasi yang berbeda. Hitung nilai s terlebih dahulu.

โšก 6. Sifat Koligatif & Elektrokimia

6.1 Sifat Koligatif Larutan

Sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel zat terlarut, bukan identitas zat.

Kenaikan Titik Didih

ฮ”Tb = i ร— Kb ร— m

Tb larutan = Tb pelarut + ฮ”Tb

Penurunan Titik Beku

ฮ”Tf = i ร— Kf ร— m

Tf larutan = Tf pelarut โˆ’ ฮ”Tf

Faktor van't Hoff

Elektrolit menghasilkan lebih banyak partikel dibandingkan nonelektrolit dengan konsentrasi yang sama.

Contoh ideal:

  • Glukosa โ†’ i = 1
  • NaCl โ†’ i โ‰ˆ 2
  • CaCl2 โ†’ i โ‰ˆ 3

Penerapan

  • Garam pada es untuk pembuatan es krim.
  • Antifreeze kendaraan.
  • Cairan infus isotonik.
  • Penaburan garam pada jalan bersalju di negara dingin.
โญ Wajib Ingat TKA: Untuk massa zat terlarut yang sama, pengaruh sifat koligatif dipengaruhi oleh Mr dan jumlah ion yang dihasilkan.
6.2 Sel Volta & Deret Keaktifan Logam

Deret Volta sederhana:

Li โ€“ K โ€“ Ba โ€“ Ca โ€“ Na โ€“ Mg โ€“ Al โ€“ Mn โ€“ Zn โ€“ Cr โ€“ Fe โ€“ Co โ€“ Ni โ€“ Sn โ€“ Pb โ€“ H โ€“ Cu โ€“ Hg โ€“ Ag โ€“ Pt โ€“ Au

Semakin ke kiri, logam cenderung semakin mudah teroksidasi.

Sel Volta

  • Anode: tempat oksidasi.
  • Katode: tempat reduksi.
  • Elektron mengalir dari anode menuju katode.
  • Anode sel volta bertanda negatif.
  • Katode sel volta bertanda positif.

Eยฐsel = Eยฐreduksi katode โˆ’ Eยฐreduksi anode

Jika Eยฐsel positif, reaksi spontan.

โญ Wajib Ingat TKA: Anode selalu oksidasi dan katode selalu reduksi, baik pada sel volta maupun elektrolisis. Yang berbeda adalah tanda elektrodanya.
6.3 Elektrolisis & Hukum Faraday

Muatan Listrik

Q = I ร— t

1 mol elektron โ‰ˆ 96.500 coulomb.

Mol elektron:

mol eโˆ’ = I ร— t / 96.500

Massa Hasil Elektrolisis

m = (Ar ร— I ร— t) / (n ร— F)

n = jumlah elektron yang diperlukan untuk menghasilkan 1 mol zat.

Contoh:

Cu2+ + 2eโˆ’ โ†’ Cu

Untuk menghasilkan 1 mol Cu diperlukan 2 mol elektron.

โญ Wajib Ingat TKA: Pastikan waktu diubah ke sekon jika arus dinyatakan dalam ampere. 1 ampere = 1 coulomb/sekon.

๐Ÿงฌ 7. Hidrokarbon & Turunan Alkana

7.1 Hidrokarbon
Golongan Rumus Umum Ciri
Alkana CnH2n+2 Ikatan tunggal
Alkena CnH2n Memiliki C=C
Alkuna CnH2nโˆ’2 Memiliki Cโ‰กC

Sifat Penting

  • Hidrokarbon umumnya bersifat nonpolar.
  • Sukar larut dalam air.
  • Semakin panjang rantai, titik didih umumnya meningkat.
  • Untuk senyawa dengan Mr sama, semakin bercabang rantainya, titik didih umumnya semakin rendah.

Reaksi

  • Alkana โ†’ substitusi.
  • Alkena โ†’ adisi.
  • Alkuna โ†’ adisi.
  • Hidrokarbon โ†’ pembakaran.
โญ Wajib Ingat TKA: Reaksi dengan Br2 dapat digunakan untuk membedakan hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Alkena/alkuna dapat menghilangkan warna brom karena mengalami adisi.
7.2 Gugus Fungsi & Tata Nama Turunan Alkana
Golongan Gugus Fungsi Penamaan Contoh
Alkohol โˆ’OH -ol Etanol
Eter โˆ’Oโˆ’ Alkoksi alkana Metoksi etana
Aldehid โˆ’CHO -al Etanal
Keton โˆ’COโˆ’ -on Propanon
Asam karboksilat โˆ’COOH Asam alkanoat Asam etanoat
Ester โˆ’COOโˆ’ Alkil alkanoat Etil etanoat
โญ Wajib Ingat TKA: Pada ester, bagian alkil berasal dari alkohol, sedangkan bagian alkanoat berasal dari asam karboksilat.
7.3 Reaksi Senyawa Turunan Alkana

Oksidasi Alkohol

Alkohol primer โ†’ aldehid โ†’ asam karboksilat

Alkohol sekunder โ†’ keton

Alkohol tersier relatif sukar dioksidasi tanpa pemutusan rantai karbon.

Esterifikasi

Asam karboksilat + alkohol โ‡Œ ester + air

Hidrolisis Ester

Ester dapat dihidrolisis menghasilkan asam karboksilat dan alkohol dalam kondisi tertentu.

Saponifikasi

Ester lemak + basa kuat โ†’ garam asam lemak (sabun) + gliserol

โญ Wajib Ingat TKA: Soal organik sering meminta menentukan produk reaksi berdasarkan gugus fungsi awal, bukan sekadar menghafal nama senyawa.

๐ŸŽจ 8. Unsur Transisi Periode 4

8.1 Sifat Khas Unsur Transisi

Unsur deret 3d periode 4:

Sc โ€“ Ti โ€“ V โ€“ Cr โ€“ Mn โ€“ Fe โ€“ Co โ€“ Ni โ€“ Cu โ€“ Zn

Sifat Umum

  • Memiliki beberapa bilangan oksidasi.
  • Banyak ion/senyawanya berwarna.
  • Dapat membentuk ion kompleks.
  • Banyak yang bersifat paramagnetik.
  • Dapat bertindak sebagai katalis.
  • Titik leleh dan titik didih relatif tinggi.
  • Merupakan penghantar panas dan listrik yang baik.

Beberapa Bilangan Oksidasi Penting

  • Fe โ†’ +2, +3
  • Cu โ†’ +1, +2
  • Cr โ†’ +2, +3, +6
  • Mn โ†’ +2, +4, +7

Warna Ion/Senyawa Penting

  • Cu2+ โ†’ biru
  • Fe2+ โ†’ hijau pucat
  • Fe3+ โ†’ kuning hingga cokelat
  • MnO4โˆ’ โ†’ ungu
  • Cr2O72โˆ’ โ†’ jingga
  • CrO42โˆ’ โ†’ kuning
โญ Wajib Ingat TKA: Sifat warna dan kemagnetan unsur transisi berhubungan erat dengan elektron pada subkulit d. Semakin banyak elektron tidak berpasangan, sifat paramagnetiknya cenderung semakin kuat.

๐Ÿ“Œ Ringkasan Rumus Penting

Materi Rumus
Mol n = massa / Mr
Molaritas M = n / V
Pengenceran M1V1 = M2V2
Energi ikatan ฮ”H = ฮฃ E diputus โˆ’ ฮฃ E terbentuk
Laju reaksi v = k[A]m[B]n
pH pH = โˆ’log[H+]
pOH pOH = โˆ’log[OHโˆ’]
Koligatif ฮ”Tb = iKbm, ฮ”Tf = iKfm
Potensial Sel Eยฐsel = Eยฐkatode โˆ’ Eยฐanode
Muatan listrik Q = I ร— t
Faraday m = (Ar ร— I ร— t) / (n ร— F)

๐ŸŽฏ Analisis Tipe Soal TKA Kimia

  1. Soal Multi-Konsep: Satu soal dapat menggabungkan konfigurasi elektron dengan sifat periodik, atau stoikiometri dengan asam-basa. Jangan mempelajari bab secara terpisah saja.
  2. Soal Data/Tabel: Perhatikan hubungan variabel. Pada laju reaksi, cari percobaan yang hanya mengubah satu konsentrasi.
  3. Stoikiometri: Selalu ubah data menjadi mol dan setarakan persamaan reaksi sebelum menghitung.
  4. Asam-Basa: Pada campuran larutan, kerjakan reaksi dan jumlah mol terlebih dahulu sebelum menghitung pH.
  5. Ksp: Tuliskan persamaan ionisasi. Jangan menyamakan rumus Ksp untuk garam dengan stoikiometri ion yang berbeda.
  6. Elektrokimia: Ingat konsep dasar: anode = oksidasi, katode = reduksi, dan elektron mengalir melalui rangkaian luar.
  7. Kimia Organik: Identifikasi gugus fungsi terlebih dahulu sebelum menentukan nama, sifat, atau reaksi senyawa.
  8. Soal Pernyataan: Periksa setiap pernyataan satu per satu. Satu kata seperti "selalu", "hanya", atau "semua" dapat mengubah kebenaran pernyataan.
```
Terakhir diubah: Selasa, 6 Oktober 2026, 14:00